Tragisnya Banjir Jakarta 2020

Tragisnya Banjir Jakarta 2020

anekaberita.web.id Beberapa artikel yang akan kami sajikan untuk anda kali ini ,bisa sangat membantu apabila anda ingin mencari informasi yang berikaitan mengenai Tragisnya Banjir Jakarta 2020. Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Tragisnya Banjir Jakarta 2020

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendata sejumlah titik terdampak banjir pada Selasa (25/2/2020). Untuk ruang akademis, tercatat ada 375 sekolah di Ibu Kota yang terendam genangan air dengan ketinggian bervariasi.”Untuk sekolah yang hari ini terdampak ada 375 sekolah kira-kira 4,7 persen dari total sekolah yang ada di Jakarta,” kata Anies di Pintu Air Manggarai, Jakarta Selatan, Selasa (25/2/2020).Menurut Anies, banjir tampak berangsur surut. Pemprov DKI, kata Anies tetap terus bekerja mengalihkan air ke laut lantaran lewat pukul 19.00 WIB, air laut kembali pasang.

“Jadi ditentukan pada sore ini (libur tidaknya sekolah). Berbeda-beda. Ada yang terkena hanya 20 cm ada yang tinggi. Malam ini akan ada data akhir dan dari situ akan ditentukan,” jelas dia.Selain memantau pergerakan cuaca dan air laut, lanjut Anies, pihaknya juga merumuskan pengendalian air. Masuk pagi nanti yakni Rabu 26 Februari 2020, dia akan menentukan perlu tidaknya pembukaan pintu-pintu air.”Makanya saya tadi mengecek di Pintu Air Karet. Oleh karena itu kita buka posko di Pintu Air Manggarai agar dekat dengan pos pemantauan. Kedua juga kita mudah berkumpul semuanya,” jelas Anies.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pengungsi saat ini mencapai 15 ribu orang akibat banjir Jakarta pada Selasa (25/2/2020). Dia menyebut ribuan orang tersebut tersebar di 74 lokasi pengungsian.”Jumlah pengungsi tidak fix karena mereka datang dan pergi. Berkisar 12 ribu hingga 15 ribu. Dinas Sosial menyiapkan makanan yang cukup untuk semuanya,” kata Anies di pintu air Manggarai, Jakarta, Selasa (25/2/2020).Untuk layanan kesehatan, Anies menyebut masyarakat dapat menerima pengobatan secara gratis. Pos-pos kesehatan juga diadakan di setiap wilayah pengungsian.

“Yang saya sebut tadi ada 74, 49 dikelola Pemprov kemudian ada 25 yang dikelola masyarakat. Semua pelayanan layanan kesehatan gratis,” papar dia.Sementara itu, saat ini jumlah wilayah yang terendam banjir sudah mengalami penurunan. “Jumlah RW yang tergenang ada 294, sore ini masih ada 236 yang tergenang,” jelasnya.Sebelumnya, hujan deras yang mengguyur sejak Selasa (25/2/2020) dini hari WIB membuat sejumlah wilayah di Jakarta kembali banjir.Mengutip dari akun instagram TMC Polda Metro, banjir terjadi di wilayah Semanan, Jakarta Barat, dengan ketinggian 30 sampai 40 cm.

Banjir juga terjadi Jalan Swadaya, Kelurahan Cempaka Baru, Jakarta Pusat dengan ketinggian air mencapai 60 cm. Sementara di Jalan Satria Raya, Grogol, Jakarta Barat, kendaraan jenis sedan diimbau tidak melintas karena ketinggian air sekitar 30 sampai 50 cm.Selain Jakarta, sejumlah wilayah di Bekasi, Jawa Barat, juga terendam banjir. Seperti di Perumahan Jatimulya Regency dengan ketinggian air mencapai 60 cm. Banjir juga terjadi di Perumahan Mutiara Gading Timur, Bekasi Timur.Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, banjir di sejumlah wilayah di Jakarta diakibatkan adanya curah hujan yang tinggi. Dia juga menyebut banjir yang terjadi bukan kiriman dari Bogor.

“Air yang ada di sini tidak banyak sampah, artinya itu air lokal. Dan karena air lokal tidak bergolak, jumlahnya memang cukup besar sampai siaga I, bukan air kiriman,” kata Anies di pintu air Manggarai, Jakarta, Selasa (25/2/2020).Saat ini, kata Anies, pihaknya fokus untuk menangani korban banjir. Sebab, berdasarkan data BMKG, cuaca ekstrem akan terjadi hingga Maret 2020.Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu juga menyatakan, jajaran Pemprov DKI langsung membangun pos evakuasi di wilayah-wilayah yang terdampak banjir.

“Membangun pos kesehatan dan pasokan kebutuhan pokok bagi seluruh masyarakat,” ucapnya.Anies mengaku menerima laporan bahwa banjir yang terjadi di wilayahnya pada Selasa telah merendam 200 RW lebih. Menurut Anies, jumlah wilayah terdampak banjir Jakarta diperkirakan akan terus bertambah.”Masih bergerak terus, tapi di atas 200 RW yang terdampak dari 2.738 RW di Jakarta,” kata Anies di Pintu Air Manggarai, Jakarta Selatan, Selasa.

Baca Juga : Juara Binaraga Meninggal Kena Virus Corona

Selain ke pintu air Manggarai, Anies juga meninjau langsung ke pintu air Karet, Jakarta Pusat, yang berstatus siaga satu atau awas.”Kalau kita ngecek ke pompa air dekat sini, alhamdulillah semua berfungsi. Jadi begitu air mulai surut, mudah-mudahan kampung-kampung di sekitar sini bisa lebih cepat penuntasannya,” jelasnya.Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerima laporan bahwa banjir yang terjadi di wilayahnya pada Selasa (25/2/2020) telah merendam 200 RW lebih. Menurut Anies, jumlah wilayah terdampak banjir Jakarta diperkirakan akan terus bertambah.”Masih bergerak terus, tapi di atas 200 RW yang terdampak dari 2.738 RW di Jakarta,” kata Anies di Pintu Air Manggarai, Jakarta Selatan, Selasa.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menyebut, banjir yang terjadi sejak Selasa pagi diakibatkan curah hujan yang tinggi.Karena itu, Anies mengimbau agar masyarakat yang terdampak banjir dapat menghubungi kontak 112 atau petugas di masing-masing kelurahan.”Kami akan bantu respons kebutuhan masyarakat,” ucapnya.

Saat ini, kata Anies, pihaknya tengah fokus untuk penanggulangan banjir di masyarakat. Sebab berdasarkan informasi dari BMKG, cuaca ekstrem diperkirakan akan terjadi hingga Maret 2020.”Semua sumber daya kita fokuskan ke sana, kita siapkan untuk terjun. Semua kegiatan Pemprov difokuskan ke lapangan, pertemuan rapat semua batal, semua turun ke lapangan,” jelasnya.Sebelumnya, hujan deras yang mengguyur sejak Selasa (25/2/2020) dini hari membuat sejumlah wilayah di Jakarta dan sekitarnya kembali terendam banjir.

Mengutip dari akun instagram TMC Polda Metro, banjir terjadi di wilayah Semanan, Jakarta Barat, dengan ketinggian 30 sampai 40 cm.Banjir juga terjadi Jalan Swadaya, Kelurahan Cempakan Baru, Jakarta Pusat, dengan ketinggian air mencapai 60 cm. Sementara di Jalan Satria Raya, Grogol, Jakarta Barat, kendaraan jenis sedan diimbau tidak melintas karena ketinggian air sekitar 30 sampai 50 cm.Selain Jakarta, sejumlah wilayah di Bekasi, Jawa Barat, juga terendam banjir. Seperti di Perumahan Jatimulya Regency dengan ketinggian air mencapai 60 cm. Banjir juga terjadi di Perumahan Mutiara Gading Timur, Bekasi Timur.

Related posts