Dokter Garda Terdepan China Hadapi Corona Meninggal

Dokter Garda Terdepan China Hadapi Corona Meninggal

anekaberita.web.id Begitu mengerikannya virus yang baru baru ini tersebar,Corona hingga menewaskan Dokter Di China. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Dokter Garda Terdepan China Hadapi Corona Meninggal Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Dokter Garda Terdepan China Hadapi Corona Meninggal

Wabah virus corona terus menyebar dan para tenaga kesehatan di China masih berjuang untuk menanggulanginya. Satu orang dokter Liang Wudong yang aktif di garda terdepan menghadapi virus dilaporkan media setempat meninggal dunia.Halaman resmi China Global Television Network (CGTN) di Twitter menyebut Liang meninggal di usia 62 tahun karena ikut terinfeksi virus corona.”Liang Wudong, seorang dokter dari Hubei Xinhua Hospital yang berjuang di garda terdepan #CoronavirusOutbreak di Wuhan, meninggal dunia di usia 62 tahun karena virus,” cuit CGTN pada Sabtu (25/1/2020).Menurut CGTN saat ini banyak tenaga kesehatan di China harus rela merelakan perayaan imlek demi bertugas di area karantina.Laporan terakhir menyebut sudah lebih dari 1.000 orang dirawat dan 41 meninggal.

Hari ini, Imlek, seharusnya menjadi hari yang berbahagia bagi masyarakat China. Tahun Baru China yang juga disebut sebagai Lunar New Year atau Spring Festival di China merupakan momen berkumpulnya keluarga dan biasanya masyarakat akan bepergian ke luar kota.Namun masyarakat di beberapa daerah di China harus menerima kenyataan bahwa berbagai perayaan terpaksa dibatalkan karena wabah virus corona. Dilansir dari CNN, dalam waktu enam minggu sejak wabah menyebar dari pusat Kota Wuhan, 830 orang dinyatakan terinfeksi dan 26 orang telah meninggal. Virus corona kali ini merupakan jenis baru yang mirip dengan sindrom pernafasan akut akut (SARS).Terkait dengan hal tersebut, pihak berwenang di Beijing telah membatalkan semua perayaan Tahun Baru China dalam skala besar, termasuk pameran tradisional dan perayaan di sekitar kuil. Selain itu, akan ada pembatalan lainnya dalam masa liburan yang berlangsung selama 15 hari di sana.

Kemudian, bioskop-bioskop juga membatalkan penayangan 7 film blockbuster yang akan tayang pada akhir pekan. Hal ini sangat disayangkan mengingat bioskop selalu menjadi daya tarik keluarga untuk menghabiskan masa liburan tahun baru tersebut.Taman bermain Disneyland Shanghai yang biasanya akan ramai dikunjungi wisatawan saat Imlek, juga ditutup untuk sementara. Senasib dengan Disneyland, Kota Terlarang (Forbidden City) juga ditutup.Selain di China, perayaan tahun baru kabarnya juga dibatalkan di Makau dan Hong Kong menyusul ditemukannya dua kasus virus corona di sana.Wabah corona ini menjadi pukulan berat bagi pariwisata China karena sebelumnya mereka berekspektasi akan ada 3 miliar perjalanan individu selama periode Festival Musim Semi.Saat ini, rencana perjalanan dari ratusan ribu orang di China menjadi terganggu. Pada Kamis (23/1/2020) pagi lalu, banyak orang antre di stasiun kereta cepat Wuhan. Mereka mencoba pergi dari kota itu sebelum kereta berhenti dioperasikan.

Baca Juga : Istri Petinju Jual Furniture

Sementara itu karena wabah ini membuat sejumlah perjalanan batal, agen perjalanan online terbesar China berinisiatif untuk mengembalikan uang wisatawan apabila hotel menolak untuk mengembalikan biaya pemesanan.Salah satu warga asal Hong Kong, Eva Kwang (35) telah membatalkan tiket kereta untuk satu keluarga ke Guangzhou, di Provinsi Guangdong Selatan.Ia sedih tidak bisa menengok keluarganya tetapi ia juga khawatir akan kedua anaknya. “Saya pikir keamanan bagi kami lebih penting daripada makan malam saya bersama mereka (keluarga di Guangzhou),” katanya sebagaimana diwartakan CNN.”Kurasa aku bisa kembali dan mengunjungi mereka setelah mungkin satu atau dua bulan.”

Menanggapi sejumlah kejadian ini, masyarakat mengungkapkan isi hatinya melalui media sosial. Ada yang menyarankan untuk menghubungi keluarga via telepon saja daripada harus pergi ke kota lain.Namun di sisi lain, orang dari Wuhan merasa sedih karena mereka tak bisa bepergian. Salah satu pengguna media sosial mengatakan, meskipun orang tuanya berada di seberang sungai, mereka tidak bisa makan malam bersama. “Apakah kalian mengerti penderitaan orang-orang di Wuhan?” katanya.Sampai saat ini, pemerintah China masih memberlakukan karantina bagi Kota Wuhan. Sementara itu, setidaknya ada 10 kota di China yang dinilai berbahaya untuk dikunjungi yaitu, Wuhan, Guangdong, Jiangxi, Zheijang, Ezhou, Huanggang, Chongqing, Tianjin, Shanghai, dan Beijing.

Related posts