Dampak Negatif Jika Kurang Makan Sayur

Dampak Negatif Jika Kurang Makan Sayur

Anekaberita.web.id – Pola makan memiliki peran penting pada seberapa baik fungsi tubuh berjalan. Apa yang Anda konsumsi membantuk menyediakan nutrisi yang tidak dapat diproduksi atau disimpan oleh tubuh. Salah satu jenis makanan yang menawarkan nutrisi sehat adalah sayur dan buah.

Konsumsi sayur sudah terbukti melancarkan metabolisme hingga meningkatkan fungsi organ tubuh. Sayuran adalah bagian penting dari makan sehat dan menyediakan sumber nutrisi, termasuk kalium, serat, dan vitamin.

Beberapa orang mungkin tak menyukai sayuran dan berusaha menghindari konsumsi makanan ini. Padahal mengurangi sayuran bisa berdampak buruk bagi metabolisme tubuh.

Nutrisi yang dibawa sayuran begitu penting bagi kesehatan. Sejumlah konsekuensi bisa Anda dapatkan jika tak cukup mengonsumsi sayuran. Berikut dampak negatif dari kurang makan sayur,

Sering Alami Gangguan Pencernaan

Anda mungkin akan sering menderita gangguan pencernaan karena kekurangan serat dari asupan sayuran yang rendah. Sayuran menyediakan serat yang diperlukan untuk pencernaan yang sehat.

Kekurangan sayuran dapat menyebabkan sembelit, diare, wasir, dan diverticulosis. Ini membuat perut merasa tidak nyaman setiap waktu.

Sayuran juga menyediakan nutrisi yang diperlukan untuk metabolisme makanan dalam tubuh. Kurangnya sayuran dalam pola makan dapat menyebabkan sejumlah gejala yang dapat memperburuk gangguan pencernaan.

Pendarahan Tidak Normal

Sayuran berdaun hijau seperti bayam dan kale memberikan dosis vitamin K yang sehat. Nutrisi ini sangat penting untuk pembekuan darah, mineralisasi tulang dan pertumbuhan sel yang tepat. Kekurangan vitamin K dapat menyebabkan perdarahan abnormal.

Gejala mungkin termasuk perdarahan menstruasi berat, gusi berdarah dan mudah memar. Tubuh memang menghasilkan beberapa vitamin K sendiri di usus, tetapi asupan makanan diperlukan untuk memastikan bahwa Anda memiliki jumlah vitamin K yang cukup.

Baca Juga : Kebiasaan Minum Air yang Salah

Risiko Kanker Meningkat

Menurut American Institute for Cancer Research (AICR), tidak ada makanan yang bisa melindungi tubuh terhadap kanker. Tetapi pola makan yang dipenuhi makanan nabati dapat membantu menurunkan risiko kanker. Antioksidan seperti vitamin E, vitamin C, dan karotenoid dapat mengurangi risiko kanker dengan melindungi sel-sel sehat dari radikal bebas.

Karotenoid, pigmen termasuk beta-karoten, yang dapat ditemukan dalam bayam, sayuran berdaun gelap lainnya, buah oranye tua, ubi jalar, labu dan wortel. Kandungan ini dapat melindungi dari kerusakan sel dan dikaitkan dengan tingkat kanker yang lebih rendah.

Selain itu , terlalu banyak mengonsumsi lemak juga dikaitkan dengan kanker. Jadi mengganti makanan yang tidak sehat itu dengan makanan kaya buah dan sayuran akan menurunkan risiko kanker.

Masalah Kardiovaskular

Agar sistem kardiovaskular bekerja dengan baik, perlu ada keseimbangan antara jumlah natrium dan kalium dalam tubuh. Sodium ditemukan di hampir semua jenis makanan dan karenanya manusia akan mengkonsumsi sejumlah besar makanan ini setiap hari.

Buah dan sayuran adalah sumber kalium yang baik sehingga mereka dapat membantu menciptakan keseimbangan yang tepat. Studi Tindak Lanjut Perawat Kesehatan dan Profesional Kesehatan yang besar di Harvard menunjukkan bahwa dibandingkan dengan mereka yang makan kurang dari 1,5 porsi buah dan sayuran sehari, orang yang makan delapan atau lebih sehari 30% lebih kecil kemungkinannya untuk memiliki serangan jantung atau stroke.

Anemia

Menghindari sayuran juga menyebabkan kekurangan asam folat. Gejala yang dialami mungkin tidak terlihat, ini mengakibatkan jenis anemia yang disebut anemia megaloblastik. Anemia megaloblastik adalah jenis kelainan darah di mana jumlah sel darah merah lebih rendah dari normal.

Anemia megaloblastik disebabkan ketika sel darah merah tidak diproduksi dengan benar. Karena sel-selnya terlalu besar, mereka mungkin tidak dapat keluar dari sumsum tulang untuk memasuki aliran darah dan mengirimkan oksigen. Seseorang dengan anemia megaloblastik dapat menderita kelelahan dan sesak napas karena peran sel darah merah dalam transportasi oksigen.

Salah satu pemicu kelainan darah ini adalah kurangnya folat. Folat adalah nutrisi yang penting untuk perkembangan sel darah merah. Pola makan merupakan faktor penting dalam memastikan tubuh memiliki cukup folat. Seperti halnya vitamin C, asam folat larut dalam air, yang berarti bahwa makanan harian Anda harus mencakup asupan yang cukup untuk kesehatan yang baik.

Kenaikan Berat Badan

Sebuah studi yang dipimpin oleh para peneliti di Albert Einstein College of Medicine menunjukkan bahwa bagian orang dewasa di AS yang kelebihan berat badan dan obesitas mengonsumsi lebih sedikit porsi buah dan sayuran daripada kelompok dengan berat badan normal. Jika Anda tidak makan buah dan sayuran, kemungkinan mengonsumsi makanan dengan kandungan lemak dan kepadatan kalori tinggi akan meningkat.

Sayur dan buah justru tidak mengandung banyak kalori. Karena itu, seseorang dapat makan sayuran lebih banyak dan merasa lebih puas dengan lebih sedikit kalori.

Related posts